Kejadian kebencanaan karena faktor hidrometeorologi masih mendominasi di Bulan Maret 2022

Bantul - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat, kejadian kebencanaan karena faktor hidrometeorologi di bulan Maret 2022 masih mendominasi, yakni angin kencang, gerakan tanah/ tanah longsor, banjir dan pohon tumbang.

 

Berdasarkan data kejadian yang dihimpun oleh Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bantul, sepanjang bulan Maret 2022, kejadian kebencanaan yang didominasi oleh faktor hidrometeorologi, yakni 1 (satu) kejadian angin kencang yang tersebar di 6 (enam) titik lokasi, 11 (sebelas) kejadian gerakan tanah, serta 19 (sembilan belas) kejadian pohon tumbang, 1 (satu) kejadian banjir, dan 9 (sembilan) kejadian kebakaran.

 

Merujuk data kejadian yang dihimpun, Kapanewon Bambanglipuro, Pandak, dan Pundong merupakan tiga wilayah Kapanewon/Kecamatan dengan dampak kejadian angin kencang paling tinggi. Kejadian kebencanaan akibat faktor hidrometeorologi, memiliki kecenderungan masih berpotensi terjadi diakhir musim hujan. 

 

Bupati Bantul, melalui Surat Keputusan Nomor 129 tahun 2022 menetapkan perpanjangan kedua status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang mulai tanggal 11 Maret 2022 sampai dengan 10 Mei 2022. Potensi ancaman bencana akibat gerakan tanah, angin kencang, gelombang ekstrem dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bantul pada bulan April 2022.