Bantul Gelar Kick-Off Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Antisipasi Dampak El Nino Jadi Sorotan

Berita 0

 

 

Bantul – Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sarasehan sebagai bagian dari kick-off peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Rabu (15/4/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Induk Kompleks Parasamya ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian HKB 2026 akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari simulasi evakuasi mandiri yang dilaksanakan pada 13–30 April 2026 di seluruh wilayah Bantul, hingga latihan internal dan gladi kesiapsiagaan.

Dalam sesi diskusi, Koordinator BMKG DIY, Ardhianto Septiadhi, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa Bantul memiliki beragam potensi bahaya dan saat ini tengah memasuki masa pancaroba menuju musim kemarau. Beliau menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban, mengingat sebagian besar korban selamat dari bencana ditentukan oleh tingkat kesiapan individu.

Sementara itu, Koordinator Data dan Informasi Stasiun Klimatologi DIY, Etik Setyaningrum, S.Si., M.Si., memaparkan bahwa dinamika suhu muka laut menunjukkan kondisi yang mendukung berkurangnya pembentukan awan. Hal ini berdampak pada penurunan curah hujan, terutama pada periode April hingga Oktober 2026. Beliau menjelaskan bahwa fenomena El Nino diperkirakan mulai berdampak pada pertengahan tahun, dengan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus dan curah hujan berada di bawah normal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, SKM, M.Kes., menegaskan peran Pemerintah Kabupaten dalam menyikapi potensi kemarau 2026 melalui langkah antisipatif yang terintegrasi, meliputi penyampaian informasi risiko dan peringatan dini, penguatan koordinasi lintas sektor, penyusunan rencana kontingensi, serta optimalisasi pendanaan. Selain itu, Pemkab juga mendorong langkah teknis seperti pembersihan saluran air, pemangkasan pohon berisiko, pengawasan infrastruktur, serta perhatian pada sektor air bersih, kesehatan, pertanian, dan perikanan guna meminimalkan dampak kemarau dan potensi kebencanaan.

Paparan mengenai peringatan HKB juga disampaikan oleh Robertus Ali Sadikin, S.H. dari BPBD Provinsi DIY, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Beliau menjelaskan bahwa Hari Kesiapsiagaan Bencana diperingati setiap 26 April, dengan rangkaian kegiatan seperti simulasi kesiapsiagaan serentak, webinar, hingga refleksi 20 tahun gempa Yogyakarta. Secara nasional, peringatan HKB 2026 akan dipusatkan di Aceh dan diikuti secara daring oleh seluruh daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, S.IP., M.E., menyampaikan pentingnya Surat Edaran Bupati sebagai acuan pelaksanaan simulasi dan upaya antisipasi dampak El Nino. Beliau mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah,

akademisi, hingga relawan, untuk aktif menyebarluaskan informasi dan terlibat dalam kegiatan simulasi guna membangun kesiapsiagaan di tingkat individu.

Dalam forum tersebut, berbagai masukan turut disampaikan, di antaranya pentingnya perlindungan bagi relawan melalui asuransi, serta kebutuhan sistem penyediaan air bersih di wilayah rawan kekeringan. Pemerintah daerah menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui koordinasi lintas sektor.

Melalui rangkaian kegiatan HKB 2026, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap seluruh elemen masyarakat dapat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Bantul yang tangguh dan berdaya dalam menghadapi risiko kebencanaan. Momentum HKB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketangguhan daerah terhadap risiko kebencanaan.

Artikel oleh Nindira Reinata S.

author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply