Hadapi Banjir Lahar Hujan Kali Boyong – Code, Kabupaten Bantul Susun Rencana Kontinjensi

Berita 0

Hadapi Banjir Lahar Hujan Kali Boyong – Code, Kabupaten Bantul Susun Rencana KontinjensiBantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyelenggarakan penyusunan rencana kontinjensi bencana banjir lahar hujan kali Boyong – Code, bertempat di Rumah Makan Parangtritis, kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 28 April dan direncanakan sampai dengan tanggal 2 Mei 2014, diharapkan dapat menghasilkan sebuah rencana kontinjensi yang dapat berguna pada saat terjadi bencana banjir lahar hujan.

Kegiatan yang diikuti oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bantul, Muspika Kecamatan Sewon , Jetis dan Pleret , Palang Merah Indonesia serta pedukuhan yang dilewati aliran sungai Boyong – Code ini merupakan bentuk partisipasi aktif dalam pengurangan risiko bencana non-struktural.

Dalam pembukaan Penyusunan Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Lahar Hujan Kali Boyong – Code, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Drs. Dwi Daryanto, M.Si menyampaikan, “Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah yang dialiri oleh sungai-sungai besar yang berhulu di Merapi, termasuk didalamnya aliran sungai Boyong – Code, Kabupaten Bantul sendiri sudah memiliki Rencana Kontinjensi Bencana Banjir untuk wilayah Bantul, rencana kontinjensi yang dibuat pada tahun 2013 tersebut mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bantul, dengan adanya dukungan program penyusunan rencana kontinjesi yang didanai BPBD DIY pada tahun 2014 ini, Kabupaten Bantul dapat mengembangkan dan mengkhususkan rencana kontinjensi untuk aliran Boyong – Code”, jelasnya.

Sebagai gambaran umum, Merapi merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia, gunung ini terakhir mengalami erupsi yang cukup besar pada tahun 2010. Erupsi ini tidak hanya mengakibatkan 353 orang menjadi korban, namun juga menimbulkan kerugian materi dan kerusakan ekosistem lereng Merapi. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh para ahli gunung api, sisa erupsi Merapi pada tahun 2010 masih menyisakan meterial kurang lebih 140 juta meter kubik. 40 juta meter kubik menjadi ancaman khusus Daerah Istimewa Yogyakarta. Ancaman ini tidak hanya menjadi milik Kabupaten Sleman dan Kota Jogja saja, namun Kabupaten Bantul juga menjadi salah satu wilayah ancaman banjir lahar hujan. Ketika hujan di wilayah merapi, dan didorong curah hujan yang lebat 20 mm per jam, selama 6 jam, maka potensi banjir lahar hujan dapat sampai ke Bantul.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan