Pelatihan Drone Mapping: Langkah Strategis BPBD Bantul Perkuat Mitigasi Bencana

Berita 0

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Pelatihan Pengenalan Drone Mapping pada 14 –15 Oktober 2026 di Lapangan Trirenggo dan Kantor BPBD Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh Perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan di Kabupaten Bantul dengan narasumber Bapak Franko Nero, S.P. dari PT Jogja Creative Production (PT Indonesia Drone Training Center).

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul, Bapak Ribut Bimo Haryo Tejo, S.H., yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi drone dalam menghadapi meningkatnya ancaman bencana. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana.

Hari pertama pelatihan diisi dengan materi dasar pengoperasian drone, simulasi pemetaan, pengolahan data foto udara, serta pengenalan manfaat drone dalam kebencanaan. Peserta berkesempatan melakukan praktik langsung di Lapangan Trirenggo, dengan materi berupa basic control drone penyusunan jalur terbang untuk pemetaan. Narasumber menekankan bahwa drone dapat dimanfaatkan untuk pemetaan cepat wilayah terdampak, penilaian kerusakan, hingga mendukung pencarian korban di area sulit dijangkau.

Hari kedua difokuskan pada praktik lanjutan penerbangan manual dan otomatis menggunakan jalur yang telah dirancang peserta. Penerbangan manual diarahkan untuk pengambilan gambar sinematik, sedangkan penerbangan otomatis difokuskan pada kebutuhan pemetaan. Setelah praktik lapangan, peserta kembali ke Kantor BPBD untuk mempelajari pengolahan data hasil penerbangan dan evaluasi pemetaan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Bantul, Bapak Bambang Hudaliyanto, S.H., M.M dalam penutupan kegiatan menyampaikan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengurangan risiko bencana. Ia juga menekankan pentingnya latihan gabungan secara berkala agar keterampilan peserta semakin terasah. Narasumber menambahkan bahwa teknologi drone mapping memiliki peran strategis dalam mitigasi, penanganan, dan pemulihan pascabencana.

Perwakilan peserta, Fakih, menyampaikan bahwa materi mudah dipahami, namun penguasaan aplikasi dan keterampilan pengoperasian drone membutuhkan latihan rutin. Peserta berkomitmen untuk terus berlatih di wilayah masing-masing agar semakin siap menghadapi kondisi darurat.

Dengan pelatihan ini, BPBD Bantul berharap kapasitas relawan FPRB semakin meningkat, sehingga pemanfaatan teknologi drone dapat mendukung kesiapsiagaan, mitigasi, dan penanggulangan bencana di tingkat lokal.

(Artikel oleh Dea Nadia)

 

author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply