Damkarmat BPBD Bantul Semarakkan Hari Kedua MPLS 2026 Melalui Edukasi Pencegahan Kebakaran di Enam Sekolah

Berita 0

 

Bantul, 14 Juli 2026 – Memasuki hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kabupaten Bantul terus menyemarakkan kegiatan MPLS dengan memberikan edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada para peserta didik di berbagai sekolah di Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPBD Kabupaten Bantul dalam menanamkan budaya sadar bencana sejak dini, khususnya mengenai bahaya kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat. Materi disampaikan secara interaktif melalui penyuluhan, pengenalan profesi pemadam kebakaran, simulasi pemadaman api awal, praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga pengenalan peralatan penyelamatan dan penanganan reptil.

Pada hari Selasa (14/7), kegiatan dilaksanakan secara serentak di enam sekolah, yaitu:

  • SD Negeri Sawahan Balakan, Sumberagung, Jetis dengan peserta sebanyak 96 siswa dan 15 guru pendamping.
  • SD Negeri Jombor, Sitimulyo, Piyungan dengan peserta sebanyak 179 siswa dan 16 guru pendamping.
  • SD Negeri 2 Wojo, Bangunharjo, Sewon dengan peserta sebanyak 152 murid dan 13 guru, sekaligus memberikan pengenalan profesi pemadam kebakaran sebagai bagian dari rangkaian MPLS.
  • SD Negeri Gunting, Gilangharjo, Pandak dengan peserta sebanyak 134 murid serta 11 guru dan karyawan.
  • SD Negeri Bakulan, Patalan, Jetis dengan peserta sebanyak 198 siswa dan 18 guru pendamping.
  • SMP Negeri 3 Banguntapan dengan peserta sebanyak 220 siswa dan 11 guru pendamping.

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi hari kedua MPLS ini diikuti oleh 979 peserta didik dan 84 guru pendamping, sehingga total peserta yang mendapatkan edukasi mencapai 1.063 orang.

Dalam pelaksanaannya, personel Damkarmat memberikan materi mengenai tugas dan fungsi pemadam kebakaran, penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah, cara mencegah kebakaran, teknik penanganan api pada tahap awal menggunakan APAR maupun alat sederhana seperti selimut api, serta praktik langsung agar peserta memahami langkah-langkah penyelamatan secara aman. Di SMP Negeri 3 Banguntapan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penanganan reptil serta demonstrasi penggunaan peralatan penyelamatan. Kegiatan didukung oleh armada operasional, kendaraan roda dua, serta berbagai sarana prasarana pendukung seperti APD lengkap, APAR, tong simulasi, selimut api, grab stick, dan hook.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Bantul berharap para peserta didik tidak hanya mengenal profesi pemadam kebakaran, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekolah maupun rumah. Edukasi sejak dini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan, memiliki budaya mitigasi bencana, serta mampu menjadi agen penyebarluasan informasi kebencanaan di lingkungan sekitarnya. BPBD Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan MPLS melalui kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman belajar secara langsung, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply