Bantul – Hasil assessment Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bantul menemukan adanya longsor pada dinding Sungai Bedog di Dusun Kalipakis, Ambarketawang RT 7, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Temuan tersebut disampaikan dalam rangkaian Kunjungan Kerja Dalam Daerah Komisi C DPRD DIY pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil assessment di lokasi, longsor terjadi pada dinding Sungai Bedog sepanjang kurang lebih 22 meter dengan lebar sekitar 6 meter. Kondisi tersebut diperkirakan disebabkan oleh erosi aliran Sungai Bedog yang berlangsung secara terus-menerus.
Lokasi longsor berada pada bagian sungai yang berkelok atau dikenal sebagai kelok sungai. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya longsor susulan, terutama apabila erosi terus berlangsung. Dampaknya juga berpotensi mengancam jalan kampung serta rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, terdapat sejumlah usulan penanganan untuk mengurangi risiko dan mencegah longsor semakin meluas. Salah satunya adalah pemasangan kawat bronjong oleh BBWSSO, yang diusulkan dapat dianggarkan pada tahun 2027. Pemasangan bronjong diharapkan mampu memperkuat dinding sungai dan mengurangi risiko longsor berulang yang dapat mengancam permukiman warga.
Selain itu, BPBD Kabupaten Bantul perlu melakukan koordinasi dengan Dinas PUPKP Kabupaten Bantul terkait rencana pembangunan atau penanganan alur sungai. Koordinasi tersebut diperlukan karena penanganan alur Sungai Bedog merupakan bagian dari kewenangan pemerintah kabupaten.
BPBD Kabupaten Bantul akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi serta mendorong koordinasi lintas instansi sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Langkah penanganan secara dini diharapkan dapat mencegah dampak yang lebih besar terhadap keselamatan warga, akses jalan, maupun lingkungan di sekitar Sungai Bedog.
Sementara Komisi C mengatakan akan dipasang bronjong oleh BBWSSO. Saluran air yg jebol sebelumnya diharapkan dibuat affur dahulu.





