Indonesia Rawan Bencana, Destana Wujud Masyarakat Tangguh

Pikiran Pembaca 0

 

Ayu Rindia Loesasibpbd.bantulkab.go.id – Menurut Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) No 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Katana) adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana.

Dengan demikian sebuah Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana adalah sebuah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan dan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Kemampuan ini diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pasca keadaan darurat.

Membuka wawasan tentang desa tangguh bencana, tim media Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, berkesempatan untuk berbincang dengan pemenang #kuisPBBantul, Ayu Rindia Loesasi (26).

Rindia, panggilan akrab mahasiswa aktif Magister Manajemen Bencana – pascasarjana Universitas Gajah Mada, menuturkan, “Destana merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko bencana yang ada dalam satuan desa. Dengan destana kapasitas masyarakat dapat terbentuk sehingga apabila suatu saat terjadi bencana di desa tersebut, bilapun banyak kerugian yang ditimbulkan, masyarakat bisa bangkit lebih cepat dengan usaha-usahanya sendiri. Tentu saja dalam upaya pembentukan destana masih diperlukan pendampingan dari pihak-pihak yang lebih berkompetensi dalam hal pengelolaan dan pemberdayaan masyarkat”.

“Mengingat, Tidak ada tempat di permukaan bumi ini yang tidak mempunyai potensi ancaman bencana, alangkah baiknya kalau Semua Desa yang ada di Indonesia dibentuk menjadi desa tangguh bencana, sehingga mempunyai kapasitas lebih menghadapi ancaman bencana yang ada dimasing-masing wilayah desa tersebut, tidak hanya menunggu bantuan dari pemerintah atau pihak luar ketika bencana sudah terjadi”

Ketika ditanya tentang BPBD Kabupaten Bantul dan kuis #kuisPBBantul

Rindia menjawab, “Sering-seringlah diadakan kuis, hadiah tidak usah terlalu banyak tidak apa-apa, yang penting rutin, karena kuis juga sebagai sarana mendidik masyarakat, seperti contohnya buku, dan sasaran pemenangnya tidak harus wilayah Jogja saja, untuk menyebarkan, #kuisPBBantul bisa mention ke media info masing-masing wilayah, seperti akun Twitter Media, sekolah (SMA, SMP) ataupun akun Twitter BPBD kabupaten lain, dengan pertanyaan yang sederhana, akan mudah dijawab oleh masyarakat sehingga antusias masyarakat akan meningkat, untuk mengetahui tentang bencana.

Sepengatahuan saya, BPBD Kabupaten Bantul merupakan BPBD yang mempunyai banyak prestasi, semoga tetap dipertahankan dan menjadi contoh bagi BPBD yang lain, terutama BPBD yang baru mulai berdiri dan merintis penanggulangan bencana di daerahnya”,terangnya.

Anda ingin bertambah wawasan tentang serba-serbi Penanggulangan Bencana, ikuti terus Kuis #kuisPBBantul ,  siapa tahu Anda Pemenang berikutnya.(Tim Media BPBD Kabupaten Bantul)

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan