Migunani Tumraping Liyan Dalam Penanggulangan Bencana

Pikiran Pembaca 0
Migunani Tumraping Liyan Dalam Penanggulangan Bencana

Foto : Fajar saat menerima hadiah kuis Pemahaman Rip Current di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bantul

bpbd.bantulkab.go.id – Setiap terjadi bencana, siapa sih yang tidak kenal dengan istilah relawan, mereka yang bekerja tanpa dibayar dan rela meluangkan waktu, demi menolong mereka yang membutuhkan atas dasar kemanusiaan semata.

Kesempatan kali ini, Tim Media Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, berkesempatan untuk berbincang tentang kiprah relawan dalam penanggulangan bencana. Berikut cuplikan wawancara kami dengan Fajar, salah seorang relawan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU),

Sejak kapan anda bergabung menjadi relawan ?

Fajar : awal mula pengalaman saya sebagai relawan bencana yaitu sejak erupsi Merapi 2010, dengan semangat “migunani tumraping liyan” berguna bagi sesama, menjadi penyemangat dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan. Seperti kita ketahui bersama Indonesia merupakan daerah rawan bencana,

Apakah anda pernah melaksanakan misi lain selain di Merapi ?

Fajar : Setelah misi kemanusiaan di lereng Merapi 2010, saya pernah ikut dalam penanganan darurat banjir sungai di Jogja, membersihkan longsor, bersama-sama relawan lain dan BPBD.

Apa pengalaman paling menarik dalam penanggulangan bencana ?

Fajar : semua kegiatan sangatlah spesial, semuanya menarik, ketika masih awal, hanya berbekal niat dan mau dikoordinasi saja. Namun saat erupsi Merapi, ada sedikit pengalaman, waktu itu, sumber informasi hanya berasal dari komunitas radio Bale Rante saja, kemana arah angin yang membawa erupsi, kapan saatnya mengevakuasai, semuanya dikejar waktu. Dalam mengevakuasi warga, hitungannya hanya menit termasuk mengamankan diri sendiri.

Apa tantangan relawan dilapangan ?

Fajar : jogja itu istimewa banyak komunitas relawan, namun dilapangan, relawan susah berkoordinasi dalam berbagai operasi, banyak orang yang ingin tampil, tapi banyak juga kok yang mau dikoordinasi oleh instansi terkait.

Bagamana idealnya untuk menjadi relawan yang ideal menurut anda ?

Fajar : sebetulnya, relawan itu banyak tempat, tidak harus terjun langsung kelapangan, tidak harus semuanya ikut evakuasi, tapi ada titik-titik yang dapat ditempati sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Apa harapan anda untuk bpbd ?

Fajar : harapannya ada komunikasi yang terbangun antara BPBD dengan relawan atau komunitas, kumpulkan relawan, dari acara kumpul dan ngobrol santai akan muncul ide, tentunya akan membawa perubahan. Dengan pelatihan, dapat disosialisasikan standar yang harus dilakukan relawan, serta sebagai ajang komunikasi lintas relawan, dan komunitas.

Terakhir, bagaimana program kuis kebencanaan dari BPBD Kabupaten Bantul ?

Fajar : program ini sangat bagus, dapat menjadi cara dalam mensosialisasikan materi kebencanaan. awalnya saya menjawab hanya iseng, tapi kok ada pertanyaan lagi, dan akhirnya menjadi komunikasi dua arah, dan di akhir baru tahu kalau itu adalah kuis, tutupnya.

Relawan-relawan layaknya sayap malaikat yang turun di tengah bencana. Mereka tak lelap meski lelah. Mereka bekerja dalam diam, dan ikhlas. Rasanya tak berlebihan jika kita menyebut mereka sebagai pahlawan.

author

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan